Posts

Showing posts with the label PROFIL

SYEKH ABDUL MUHYI PAMIJAHAN

Oleh :UBES NUR ISLAM Syeikh Haji Abdul Muhyi mendirikan masjid tempat ia memberikan pengajian untuk mendidik para kader yang dapat membantunya menyebarkan agama Islam lebih jauh ke bagian selatan Jawa Barat. Setelah empat tahun menetap di Lebaksiuh, didirikan oleh Syekh Abdullah Asy-Syattar, dikembangkan di Indonesia mula-mula oleh Syekh Abdur Rauf Singkel, dan menyebar ke Jawa Barat karena peranan Syekh Haji Abdul Muhyi, salah seorang murid Syekh Abdur Rauf Singkel. Di sini (di sela-sela gerilya menghadapi tentara Belanda yang didukung oleh Sultan Haji) Syekh Yusuf sempat memberikan kenang-kenangan sebuah kitab tasawuf kepada Syekh Abdul Muhyi Pamijahan. Ada dua alasan mengapa keduanya begitu akrab. Nama lengkapnya ialah Aminuddin Abdul Rauf bin Ali Al Selanjutnya, ia pergi menunaikan ibadah haji, dan dalam dari Pariaman, Sumatera Barat) dan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan (dari Abdul Muhyi, Syeikh Haji (Mataram, Lombok, 1071 H/1650 M-Pamijahan, Bantarkalong, Tasikmalaya, Jawa Bara...

Sri Ratu Prabu Gung Binathara Adjar Kusuma Padangi

Syahdan menurut hikayat tutur kata para sepuh, setelah pada tahun 17 M Sri Panggung Pertama bergelar Sri Ratu Prabu Gung Binathara Adjar Kusuma Padangi menginjakkan kakinya di Gunung Padang dan mengukuhkan situs Salaka Domas maka kemudian Sri Panggung Pertama beserta keluarga dan bala tentaranya membuat keraton kerajaan di Gunung Padang yang diberi nama Medang Kamulan. Sri Panggung Pertama bergelar Sri Ratu Prabu Gung Binathara Adjar Kusuma Padangi menikahi Siti Dewi Hasta yang bergelar Ratu Sindil karena menciptakan Kitab Sindil, dan memiliki putri Sri Ratu Dewi Nyi Mas Ayu Jendrat yang menciptakan Kitab Nila Sastra Ayu Jendrat yang dikenal sebagai kitab para Dewa dan memuat ajaran ajaran Pitutur (berisi tutur riwayat berdirinya kerajaan atau nagari) , Pituduh (berisi petunjuk aturan hidup dalam masyarakat) , Pibakalen (berisi pembekalan manusia dari lahir hingga proses kematian). Sampurasun rampes. Neda maaf ka Gusti Pangeran nu Maha Agung nyuwun hampurakeun ka luluhur sep...

NAMA-NAMA PARA LELUHUR ORANG SUNDA BAHEULA

Jawa Barat merupakan  rumpun suku Sunda. Dalam sejarah Sunda tercatat nama-nama para sesepuh Sunda. Nama-nama ini amat penting bagi para tokoh penyelusur  sejarah Sunda. Sebab dengan mengenal nama-nama ini akan menemukan tawafuq (titik temu) jelajah Sunda, terutama bagi mereka anak keturunan suku Sunda.  Berikut ini adalah sejumlah nama-nama tokoh leluhur orang sunda dari berbagai belahan wilayah Nusantara, berikut tempat peristirahatan terakhirnya. 1. Pangeran Jayakarta (Rawamangun Jakarta) 2. Eyang Prabu Kencana (Gunung Gede, Bogor ) 3. Syekh Jaenudin (Bantar Kalong) 4. Syekh maulana Yusuf (Banten) 5. Syekh hasanudin (Banten) 6. Syekh Mansyur (Banten) 7. Aki dan Nini Kair (Gang Karet Bogor) 8. Eyang Dalem Darpa Nangga Asta (Tasikmalaya) 9. Eyang Dalem Yuda Negara (Pamijahan Tasikmalaya) 10. Prabu Naga Percona (Gunung Wangun Malangbong Garut) 11. Raden Karta Singa (Bunarungkuo Gn Singkup Garut) 12. Embah Braja Sakti (Cimuncang, Lewo Garut) 13. Embah Wal...

RADEN ADIPATI SINGAPERBANGSA (1633-1677)

Oleh: Ubes Nur Islam Raden Adipati Singaperbangsa putra Wiraperbangsa dari Galuh (Wilayah Kerjaaan Sumedanglarang) Bergelar Adipati Kertabumi IV. Pada masa pemerintahan Raden Adipati Singaperbangsa, pusat pemerintahan Kabupaten Karawang berada di Bunut Kertayasa. Sekarang termasuk wilayah Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat. Dalam melaksanakan tugasnya Raden Adipati Singaperbangsa didampingi oleh Aria Wirasaba, yang pada saat itu oleh kompeni disebut sebagai “ HET TWEEDE REGENT “, sedangkan Raden Adipati Singaperbangsa sebagai “HOOFD REGENT”.Raden Adipati Singaperbangsa, wafat pada tahun 1677, dimakamkan di Manggung Ciparage, Desa Manggung Jaya Kecamatan Cilamaya Kulon. Raden Adipati Singaperbangsa, dikenal pula dengan sebuatn Kiai Panembahan Singaperbangsa, atau Dalem Kalidaon atau disebut juga Eyang AMnggung.

MENGENAL DEKAT DENGAN SYEH QURO KARAWANG, TOKOH PENYEBAR ISLAM PERTAMA

Oleh: Ubes Nur Islam Dalam sejarah, Pelabuhan Caravan (yang sekarang disebut Karawang) adalah wilayah yang sudah eksis sejak masa Kerajaan Sunda, tampaknya terus berperan hingga masa Islam. Salah satu situs arkeologi dari masa Islam di Karawang adalah makam Syech Quro. Menurut tulisan yang tertera pada panil di depan komplek makam, Nama lengkap Syech Quro adalah Syech Qurotul A’in. Menurut naskah Purwaka Caruban Nagari, sebagaimana dilansir dari Blog Pesantren Ash-Shomadiyah, bahwa Syech Quro adalah seorang ulama yang juga bernama Syeh Hasanudin. Beliau adalah putra ulama besar Perguruan Islam dari negeri Campa yang bernama Syech Yusuf Siddik yang masih ada garis keturunan dengan Syech Jamaluddin serta Syech Jalaluddin ulama besar Mekah. Pada tahun 1418 datang di Pelabuhan Muara Jati, daerah Cirebon. Tidak lama di Muara Jati, kemudian pergi ke Karawang dan mendirikan pesantren. Disebutkan bahwa letak bekas pesantren Syech Quro berada di Desa Talagasari, Kecamatan Talagasari, Kara...