MAKNA KEHIDUPAN


Oleh : Ubes Nur Islam

Abstraksi
Hidup didunia ini bagaikan permainan, siapa yang bisa bermain dengan baik, maka dia akan baik. Sebaliknya, jika ia hanya bermain-main penuh dengan kekacauan dan tidak pasti, maka hidup itu tak ada artinya. Rasulullah SAW mengajarkan kita supaya hidup kita penuh dengan kebaikan. Bagaimana Resepnya. Berikut ini khutbah yang berisi bagaimana agar hidup itu bermakna.


Jama’ah jum’ah rahimakumullah  Sejenak marilah kita pahami ayat berikut ini:

Allah yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan dia (Allah) Maha Perkasa, Maha Pengampun  (Q.S. AL-Mulk (67): 2)

Allah yang menjadikan mati dan hidup untuk menguji siapa  diantara kita yang berbuat baik, dengan demikian marilah kita lakukan yang terbaik dalam hidup kita. Usaha tersebut dapat direalisasikan dengan memperbanyak wirid / dzikir, bershalawat, shalat dhuha, tahajud dan lain sebagainya.

Bersyukurlah kepada Allah , karena diri kita senantiasa masih diberi nikmat sehat. Sebelum kita dipanggil Allah berbuat baiklah semampu kita.Telah kita ketahui bersama bahwa dalam hidup tentunya memiliki suka cita sesuai dengan Q.S Al-Israa’:7

Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri...

Penyesalan tidak pernah muncul didepan . Syukuri apapun yang  Allah berikan, maka akan menjadi indah hidup kita. Menurut pakar Sosiologi, William “Hidup seperti bayangan berjalan, atau seperti orang yang berlenggak-lenggok diatas panggung setelah itu suaranya tak terdengar lagi. “

Jama’ah jum’ah yang dimuliakan Allah
Hidup didunia ini bagaikan permainan, siapa yang bisa bermain baik maka dia akan baik. Rasulullah SAW mengajarkan kita supaya hidup kita penuh dengan kebaikan sebagaimana dituturkan dalam hadits berikut ini.

Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia adalah orang yang rugi. Dan barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia celaka, karena tidak mendapat apa-apa” (al-Hadits)
           
Hadist di atas berbanding terbalik dengan keadaan saat ini, pandangan orang baik adalah seseorang yang banyak uangnya. Jika banyak uang semua dianggap saudara dan banyak yang mendekati begitupun sebaliknya. Marilah kita buang jauh pandangan tersebut, pahamilah bahwa hidup akan terasa nikmat jika diisi dengan kebaikan, membagi waktu sesuai  dengan porsinya masing-masing  (saatnya shalat maka kita shalat, saatnya bekerja maka kita bekerja dan saatnya istirahat maka kita istirahat. Yang terpenting adalah kita tidak meninggalkan shalat, hal ini sesuai dengan Q.S. Al-Jumu’ah: 10

 “Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu dibumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung”.  Q.S. Al-Jumu’ah: 10

Rasulullah bersabda, tangan kita harus aktif “gerakkanlah tanganmu, aku jamin rejekimu”.   Selain harus aktif kita juga jangan putus asa. Maka hidup akan terasa indah.

Marilah kita isi kehidupan ini dengan kebaikan, karena tidak ada yang tahu sampai berapa usia kita. Sesuai dengan Q.S. Yasin: 68

Dan barangsiapa kami panjangkan umurnya, niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti ?”. 

Seperti kata pepatah gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Oleh karena itu hiduplah sebaik-baiknya, karena saat kita mati nanti nama kita akan dikenang.

Hiduplah dengan 2S. Syukuri apa yang Allah berikan dan sabarlah dari cobaan Allah. Insya Allah dengan 2S tersebut akan terhindar 3S yaitu stress, jika orang yang stress akan menimbulkan stroke dan akhirnya stop hidupnya. Saat kita mengalami stress, ingatlah salah satu surat dalam Al-Qur’an yaitu surat Ar-Rahman:

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Jadilah kita manusia yang mengakhiri hidup dengan husnul khatimah. Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepadamu penutupan (hidup) yang baik dan kami berlindung kepadamu dari kesudahan yang jelek. Dengan RahmatMu wahai yang maha Pengasih diantara yang maha Pengasih.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
وَلِسَائِرِ الْـمُسْلِمِيْن مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ،
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْم وقل رب اغفر وارحم
و انت خير الراحمين


Comments